My Photo

May 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    

Perubahan

tidak ada yang tetap di bumi kita
semuanya akan berubah
yang tetap hanya satu:
yaitu perubahan itu sendiri akan tetap ada!

sederhana ...
banyak hal retoris yang tidak perlu kita jawab.
mengenai: apakah saya berubah?
adakah perubahan yang terjadi selama ini?
atau: mengapa semuanya masih lagu lama?

padahal saat kita menyadari bahwa waktu sedang
berjalan
sesungguhnya pribadi kita pun sedang berjalan
menyusuri gerbong waktu...
kita tidak akan sadar terhadap perubahan diri kita
karena kita ada di dalam gerbong itu.
yang akan menyadari adalah orang2 yang berada di luar
mereka akan melihat dengan seksama
bahwa kita sedang melaju
memuarakan energi pada stasiun harapan.

maka cara menatap sebuah perubahan
adalah menghadirkan titik acuan di sisinya
dan titik acuan itu adalah titik yang terdekat
bukan titik yang terjauh

dalam perspektif diri kita, titik acuan itu adalah
sahabat terdekat di samping kita
biarkan mereka berkata
biarkan mereka saksikan
biarkan mereka simpulkan!
sesungguhnya cara mengenal pribadi kita
adalah lihat apa kata mereka

sesungguhnya yang bersaksi di Hari Kesaksian
adalah kesaksian mereka yang bersama kita
bukan kesaksian kita dan ego kita

maka lihatlah diri kita
sebelum melihat yang lainnya

-------

"Allahumma arrifni nafsi.."
ya Allah kenalkan aku dengan diriku

"Man arofa nafsahu, 'arofa Robbahu.."
barangsiapa yg mengenal dirinya
maka ia pasti akan mengenal Tuhannya

Politik dan Demokrasi

jika politik adalah sesuatu yang abu-abu

yang menjadi senjata para penguasa

yang menjadi sindikat pengejar harta dunia

maka aku bukanlah itu

Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan

yang membangunkan keberanian retorika

dan lantang meneriakkan keadilan

maka aku adalah politikus itu

jika demokrasi adalah belenggu penjajahan

diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan

disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa

maka itu bukan tempatnya

Namun jika demokrasi adlh sebuah peluru pembebas

yang pengusungnya adalah mu'min sejati

dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen

maka itu adalah kendaraannya..

Dalam Kejaran Peluru

Hutan tersenyum dalam gerimis
sembunyikan mujahid yang berdarah-darah
dalam kejaran peluru

"Bocah itu terluka. Ia pasti tidak bisa lari lebih jauh.."

"Ya.. Lagipula desa ini harus bersih tak bersisa"

"Kemana pun ia bersembunyi, ia pasti mati. Kalaupun tidak di tangan kita, ia akan mati karena kehilangan banyak darah.."

"Ya.."

Hutan semakin gelap
rintik air hujan semakin deras dan menyapu semesta rimba
Namun diantara dingin badai yang menggemuruh
mujahid kecil terbaring hangat di balik kanopi

"Biarkan dia pergi. Hujan semakin lebat. Kita kembali saja"

"Tapi ia masih hidup. Kita harus mendapatkannya.."

"Ia pasti mati. Dan jika ia masih hidup nanti.. kita kembali memburunya"

Sewindu ternyata tidak membuat hutan berubah
Hutan tetaplah hutan dengan dedaunannya yang lebat
.. dan semakin lebat
Hanya saja senyumnya telah berganti menjadi kebencian
menerima pemberontak yang lari terseok-seok..

"Hhh.. Hhh.. Aku tak kuat lari lagi. Kita sembunyi saja.."

"Bodoh! Kau cari mati rupanya. Mereka ada dimana-mana.."

"Ini karma buat kita. Dulu kita pernah mengejar seorang bocah di hutan ini.
Seperti inilah ia merintih dalam pelariannya. Ini balasan Tuhan.."

"Bedebah.. Aku tak percaya balasan Tuhan, sudahlah!"

"Bob.. aku tak sanggup lagi.."

Hutan semakin kelam
dinaungi pohon-pohon tua yang semakin meninggi.
Namun diantara pohon-pohon yang menjulang tinggi
satu pohon roboh !
menimpa dua manusia..

manusia-manusia terlaknat
manusia-manusia sombong yang ingkar kepada Tuhannya..

Berderap di Jalan Panjang

Seorang bocah kecil
menatap langit
merenungi karya Maha Sempurna
menatap bulan
menyelami bintang demi bintang
takjub..

Sang bocah menanam janji
gantungkan cita-cita setinggi langit
melesat ke hamparan bintang-bintang
melewati batas ruang dan waktu
mencari bintang tertinggi
..bintang impian

Kaki kecil terus menapak mengejar mimpi
Tangan kecil terus meraih asa yang tak pasti
Di ujung hari matahari telah tinggi
Lembayung mengurai silut senja

Alangkah galau hati sang bocah
menatap bintang tak kunjung mendekat
Hari semakin sepi tanpa riuh semangat lagi
Bocah kecil telah kalah !

Namun janji tetaplah janji yang harus ditunaikan
Cita-cita tetaplah cita-cita yang terus diimpikan
Bocah kecil kembali mengurai mimpi
memandangi kaki kecil yang terus menapak
maju....

Tak ada gunanya pandangi bintang yang diam membisu
walau indah namun terlalu tinggi
Pandangilah derap langkah kaki
walau melelahkan..
tetapi menuju sesuatu yang pasti

berderap di jalan panjang..

Jam Pasir Kehidupan

Perjalanan hidup laksana sebuah jam pasir
Yang di dalamnya mengalir debu-debu sejarah
Setiap perbuatan yang kita lakukan
akan tersimpan sebagai amalan kehidupan
seperti butir-butir debu yang senantiasa menumpuk

Jam pasir tidak boleh dibalik
Sebelum habis seluruh pasir di atasnya
Kita pun tak bisa kembali menatap masa lalu
Sebelum semuanya tertunaikan

Jam pasir kehidupan hanya akan dibalik
Pada hari perhitungan
Dimana sebutir pasirnya akan sangat memiliki arti

Sudah cukupkah butir pasir terbaik yang kau kumpulkan?
Renungkanlah..

Persahabatan

Persahabatan
Sebuah kata yang terlalu sederhana
untuk mewakili makna yang dimilikinya
Di dalamnya ada suka, duka, canda, tawa dan air mata
Di dalamnya pula ada kesetiaan, kerjasama, kepercayaan dan kekuatan

Tidak ada yang mampu menggantikan indahnya persahabatan
karena ia adalah unsur hara kedamaian
Dalam perjalanan hidup kita:
ia adalah sejarah yang mewarnai kebersamaan
di setiap masa, setiap tempat, dan setiap relung kehidupan

Jangan pernah memutuskan persahabatan
karena ia tidak bisa dibei oleh apapun
Bahkan lautan harta tidak bisa menjamin kehadirannya
Hanya Allah yang merajutnya di hati manusia
dan Allah Yang Memeliharanya

Semoga kita yakin
bahwa setiap episode persahabatan yang kita jalani
adalah hadiah dari-Nya
bukan pemberian manusia

"Maka jangan bunuh cinta (dan persahabatan) itu
Namun bingkailah ia dengan cahaya)"
(jazimah al-muhyi)

Kenali Motto Hidupmu

Keep Jihad In Our Heart. Bahagianya ketika kalimat itu dituliskan oleh seorang Afwan Riyadi, Izzatul Islam, di lembaran buku agenda pribadi saya. Saat itu, 7 April 2003, adalah saat yang sangat saya nantikan – Izzatul Islam akan mementaskan nasyid-nasyid terbaiknya di Auditorium UNAND, Limau Manis, Padang. Bersamaan itu pula saya pertama kali melihat Aa Gym dari dekat. Senangnya..

Tanamkan Jihad di Hati Kita – akhirnya menjadi sebuah slogan kehidupan bagi saya. Ada berjuta makna yang tak mampu terwakilkan oleh rangkaian kata itu. Dan setiap waktu, di setiap tempat, di berbagai aktivitas, kata itu menjadi berarti tatkala ia hadir sebagai obat kemalasan dan kegelisahan. Memang ia adalah kalimat yang sederhana. Tidak setinggi kalimat tauhid ”Laa ilaaha illallaah”, tidak sesuci kalimat ”Subhanallah”, dan jauh dari begitu bermaknanya asma Allah. Namun sadar atau tidak, ternyata kalimat itulah yang menghantarkan saya saya pada sebuah perubahan, sebelum saya mengenal lebih dalam kalimat berikutnya. Adalah kalimat ini, yang meneguhkan kembali setajuk syahadah yang saya jalani, yang menyerulingkan imajinasi saya pada kalimat-kalimat terbaik. Kalimat-kalimat thoyyibah, kalam-Nya Yang Maha Sempurna.

Setiap diri memiliki beragam cara untuk mengenal dirinya. Setiap pribadi akan mengetahui bilik-bilik kepribadiannya. Setiap lintasan hati, kerutan dahi, rangkaian ucapan, lipatan usaha, walaupun pribadi itu sendiri sudah benar-benar mengenalnya, namun Allah Maha Mengetahui atas segalanya. Dan kalimat-kalimat visi yang telah kita miliki, motto yang sudah seringkali kita tulis dalam setiap curriculum vitae, visi peran dan rencana kehidupan yang akan kita jalani, berikut dengan slogan-slogan yang seringkali melekat dalam aktivitas kita, sesungguhnya itu merupakan jembatan yang menghantarkan kita pada sebuah kesungguhan. Kesungguhan atas sekepal keyakinan bahwa ada ta’yidullah (keterlibatan Allah) di setiap detik perjalanan hidup kita.

Maka susunlah kalimat-kalimat terbaik untuk memotivasi diri kita. Karena kehidupan ini bermula dari sebuah kata – kun fayakun, awal mula agama samawi ini pun sesungguhnya ketika diperdengarkan kata-kata – iqro’ bismirobbikalladzi khalaq, dan aktivitas da’wah ini pun adalah sarat dengan kata-kata.

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
(Fushilat:33)

just kjioh,
hakuna matata,
isy kariiman ‘au mut syahiidan,
merdeka atau mati
hidup mahasiswa
atau apapun itu..

semoga memaknai safari pengembaraan hidup kita
dalam menemukan cinta-Nya
dan menggapai ridho-Nya